|
| Sumber gambar: AI Generated
Sumber informasi: Akademi Crypto - JDR |
Bitcoin kini mulai diposisikan sebagai alat pertahanan digital dalam strategi keamanan nasional Amerika Serikat (AS). Sejumlah legislator mendorong penguatan mining domestik serta perlindungan hash rate demi menghadapi ancaman global.
Namun di balik ambisi tersebut, muncul ironi karena sebagian besar perangkat keras mining masih diproduksi di China. Ketergantungan ini dinilai berisiko terhadap stabilitas rantai pasokan dan keamanan infrastruktur digital.
“Kalau Bitcoin dipakai untuk pertahanan, seharusnya produksinya tidak bergantung pada luar negeri, apalagi saat ini 97% perangkat masih berasal dari China,” ujar CEO sekaligus Pendiri Satoshi Action Fund Dennis Porter.
Di sisi lain, mekanisme proof of work disebut mampu menjadi pelindung dari serangan siber melalui sistem biaya. Pendekatan ini membuat penyerang harus mengeluarkan biaya besar, sehingga potensi serangan bisa ditekan.
